Beberap Persamaan dan Perbedaan PNS dengan PPPK

Beberap Persamaan dan Perbedaan PNS dengan PPPK

1. Kesamaan Walau umumnya ialah ketidaksamaan di antara PNS serta P3K, tetapi di lain sisi PNS serta P3K mempunyai kesamaan seperti berikut :

a. Pekerjaan PNS serta P3K mempunyai persamaan fundamen dari sisi pekerjaan yakni kerja untuk Negara, sebab ini adalah satu keharusan baik dari PNS atau P3K tersebut.

b. Upah serta Cuti Kesamaan lain dari PNS serta P3K adalah dari upah, sebab mereka saling kerja untuk Negara serta memiliki hak memperoleh upah serta cuti, walau proses pemberian upahnya yang lain serta proses cutinya yang lain.

2. Ketidaksamaan

Sejak pemberlakuan UU No. 5/2014 mengenai ASN, posisi pegawai Perangkat Sipil Negara terbagi dalam PNS serta PPPK. Ketidaksamaan PNS serta PPPK yang akan diterangkan berikut ini merupakan ketidaksamaan PPPK serta PNS yang dilihat berdasar UU ASN No 5 tahun 2014 yang sudah diberi tanda tangan presiden tanggal 15 Januari 2014.

Ketidaksamaan pertama….Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti disebut UU itu adalah Pegawai ASN yang diangkat untuk pegawai masih oleh Petinggi Pembina Kepegawaian (PPK) serta mempunyai nomor induk pegawai dengan cara nasional. Mengenai PPPK adalah Pegawai ASN yang diangkat untuk pegawai dengan kesepakatan kerja oleh Petinggi Pembina Kepegawaian (PPK) sesuai keperluan Lembaga Pemerintah serta ketetapan Undang-Undang ASN.

Berdasar bunyi dari UU ASN Klausal 8 serta Klausal 9 Ayat (1,2) “Pegawai ASN berkedudukan untuk faktor perangkat negara, yang melakukan kebijaksanaan yang diputuskan oleh pimpinan Lembaga Pemerintah, harus bebas dari impak serta interferensi semua kelompok serta parpol,”.

Baca Juga : Loker Sumbar

Ketidaksamaan yang ke-2 ialah dalam soal permasalahan upah. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ini memperjelas jika seorang PNS memiliki hak mendapatkan :

a. Upah, tunjangan, serta fasilitas; b. Cuti; c. Agunan pensiun serta agunan hari tua; d. Perlindungan; serta e. Peningkatan kapabilitas.

Mengenai PPPK memiliki hak mendapatkan:

a. Upah serta tunjangan; b. Cuti; c. Perlindungan; serta d. Peningkatan kapabilitas.

Untuk penghentian pegawai, PNS diresmikan penghentian dengan hormat sebab wafat, penghentian sendiri, sudah capai batas umur pensiun, tidak dapat lakukan pekerjaan sebab tidak mahir jasmani/rohani, serta sebab kebijaksanaan pemerintah untuk dilaksanakan pensiun umur awal. Ditambah lagi beberapa batasan usia pensiun yang sudah dipastikan.

Sedang untuk P3K, sebagai ketidaksamaan ialah sebab habis waktu kesepakatan kerja dengan pemerintah. Waktu kerja yang diresmikan bergantung keperluan lembaga berkaitan serta tidak diberi Nomor Induk Pegawai oleh pemerintah. Kesepakatan kerja yang dilaksanakan untuk setahun serta akan dilaksanakan ekstensi bila lembaga masih memerlukan serta kualitas performa pegawai.

Dalam kata lain, P3K adalah PNS yang di kontrak. Tetapi apa ada pengakuan semacam itu? Sebab tunjangan serta upah sama diberi cuma agunan pensiunan serta hari tua yang tidak diberi dan waktu kerja yang tidak masih.

Sebetulnya semua pegawai honorer, P3K atau kesemua orang yang ingin jadi PNS mempunyai kesempatan yang sama, karena hanya kekuatan, pengetahuan serta waktu belum tentukan, termasuk juga honorer yang tidak berhasil pada tes seleksi awalnya, untuk semakin pahami masalah serta situasi waktu lakukan seleksi tes CPNS.

Pandangan materi akan memudahkan waktu tes dikerjakan dengan pelajari materi evaluasi yang sesuai dengan, ditambah situasi sekarang ini untuk akseptasi tes CPNS ialah dilaksanakan dengan memakai skema Enkripsi serta Dekripsi, sedang untuk tingkatan tes kekuatan fundamen diaplikasikan skema pemakaian computer atau disebutkan dengan CAT CPNS.